Adi Sukma Septiana, - (2023) Asuhan Keperawatan Pasien Dengan Benign Prostatic Hyperplasia (Bph) Post-Turp Dengan Masalah Keperawatan Nyeri Akut. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.
|
Text (ABSTRAK)
ABSTRAK.pdf Download (1MB) |
|
|
Text (FULLTEXT)
ADI SUKMA SEPTIANA.pdf Restricted to Registered users only Download (7MB) | Request a copy |
Abstract
Pendahuluan: Nyeri akut merupakan salah satu masalah keperawatan yang ditemukan pada pasien BPH Post-TURP. Salah satu intervensi keperawatan berupa terapi non-farmakologis dengan tekn ik relaksasi benson di lakukan untuk menurunkan tingkat nyeri pasien sehingga menjadi nyaman dan rileks. Tujuan dari studi kasus ini adalah memberikan asuhan keperawatan pasien dengan Benign Prostatic Hyperplasia (BPH) Post-TURP dengan masalah keperawatan nyeri akut dengan menilai pengaruh teknik relaksasi benson terhadap penurunan tingkat nyeri. Metode: Desain studi kasus tunggal dengan sampel pasien BPH Post-TURP. dan bersedia dilakukan intervensi. Intervensi yang diberikan yaitu terapi relaksasi benson dengan frekuensi pemberian sekali dalam sehari dengan durasi 15 menit diberikan waktu pagi hari sebelum pemberian terapi farmakologi dengan analgetik. Pengukuran skala nyeri diukur menggunakan Numeric Rating Scale (NRS). Evaluasi nyeri di lakukan setiap hari setelah dilakukan teknik relaksasi benson. Hasil: Masalah utama yang dirasakan pasien adalah nyeri post-TURP dengan skala nyeri 7 pada hari ke-0 post-operasi, sehingga diagnosis keperawatan yang ditemukan dalam studi kasus ini adalah nyeri akut (0.0077) pada kategori psikologis dan subkategori nyeri dan kenyamanan pada Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia (SDKI). Intervensi yang dilakukan yaitu manajemen nyeri (1.08328) yakni teknik relaksasi benson. Evaluasi hasil yaitu terdapat penurunan tingkat nyeri (L. 08066) pada pasien dengan penurunan skala nyeri yang diukur menggunakan Numeric Rating Scale dari skala 7 (berat) pada hari pertama perawatan menjadi skala 3 (sedang) pada hari keempat perawatan, TD: 134/76 mmHg, nadi: 74x/menit, meringis menurun, sikap protektif menghindari nyeri menurun, serta gelisah menurun. Kesimpulan: dengan menambahkan teknik relaksasi benson sebagai bagian terapi non-farmakologis. Skala nyeri te1jadi penurunan secara bertahap, dari skala 7 (berat) pada hari pertama perawatan menjadi skala 3 (sedang) pada hari keempat perawatan disebabkan oleh tekn ik relaksasi benson sehingga tubuh memproduksi zat endorphin menyebabkan nyeri bisa berkurang. Terapi relaksasi benson terbukti efektif dapat menurunkan skala nyeri pada pasien dengan kasus medis BPH Post-TURP. Perlu dibuat SOP yang jelas supaya teknik relaksasi benson dapat memberikan basil yang maksimal kepada pas1en.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) | ||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Asuhan Keperawatan | ||||||
| Subjects: | R Medicine > RT Nursing > RT1-120 Nursing | ||||||
| Divisions: | 13. Fakultas Keperawatan > Pendidikan Ners | ||||||
| Creators: |
|
||||||
| Contributors: |
|
||||||
| Depositing User: | Fahimatun Nafisa Nafisa | ||||||
| Date Deposited: | 08 Oct 2026 02:08 | ||||||
| Last Modified: | 08 Oct 2026 02:08 | ||||||
| URI: | http://repository.unair.ac.id/id/eprint/148897 | ||||||
| Sosial Share: | |||||||
Actions (login required)
![]() |
View Item |


