CUT ATHIRA SAUMA (2022) Faktor Individu dan Faktor Lingkungan dalam Hubungannya dengan Frekuensi Konsumsi Junk Food pada Mahasiswa di Jabodetabek. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.
|
Text (HALAMAN JUDUL)
101811535019_HALAMAN JUDUL.pdf Download (754kB) |
|
|
Text (BAB I)
101811535019_BAB I.pdf Download (468kB) |
|
|
Text (FULLTEXT)
101811535019_FULLTEXT.pdf Restricted to Registered users only Download (1MB) | Request a copy |
Abstract
Junk food merupakan makanan yang digemari dan banyak dikonsumsi, namun memiliki berbagai dampak bagi gizi kesehatan. Mahasiswa termasuk ke dalam kelompok usia terbanyak yang mengonsumsi junk food. Tingginya konsumsi junk food pada mahasiswa disebabkan oleh berbagai faktor yang mempengaruhi preferensi dalam memilih makanan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara faktor individu dan faktor lingkungan dengan frekuensi konsumsi junk food pada mahasiswa di Jabodetabek. Metode penelitian ini adalah observasional-analitik dengan design study cross-sectional. Penelitian ini dilakukan pada 246 mahasiswa di Jabodetabek. Data diperoleh dengan cara menyebarkan kuesioner preferensi menggunakan skala hedonik, dan faktor-faktor yang mempengaruhi preferensi, serta Food Frequency Questionnaire (FFQ) kepada responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas mahasiswa berada pada golongan umur dewasa muda (84,6%), berjenis kelamin perempuan (70,7%), mempunyai uang saku dengan kategori tinggi (59,8%), memiliki pengetahuan yang baik (50,4%), memilih rasa (98,4%), penampilan (78%), tekstur (82,5%), harga (89,8%), tipe (87%) sebagai faktor yang penting, jumlah keluarga pada kategori besar (79,7%), preferensi suka terhadap junk food (63,4%), dan frekuensi sering mengonsumsi junk food (53,7%). Hasil uji statistik dengan menggunakan uji chi-square menunjukkan bahwa uang saku (Sig.0,000), pengetahuan (Sig.0,008) dan preferensi (Sig.0,000) berhubungan dengan frekuensi konsumsi junk food pada mahasiswa di Jabodetabek. Kesimpulan berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara uang saku, pengetahuan, dan preferensi dengan frekuensi konsumsi junk food pada mahasiswa di Jabodetabek. Saran yang dapat diberikan, Pemerintah dapat melakukan pembatasan peredaran junk food modern agar dapat melindungi konsumen dari dampak berlebihan mengkonsumsi junk food, serta dapat lebih meningkatkan produksi usaha makanan mikro dan menengah yang sehat sehingga dapat mendorong daya beli masyarakat terhadap makanan lokal yang lebih sehat. Berdasarkan hasil penelitian ini juga dapat dijadikan sebagai bahan rekomendasi kampus untuk membuka kantin sehat yang menjual makanan-makanan sehat.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) | ||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Additional Information: | KKC KK S.FKM.PDD 11 - 23 Cut f | ||||||
| Uncontrolled Keywords: | junk food consumption frequency, student, Jabodetabek, FFQ | ||||||
| Subjects: | R Medicine > RA Public aspects of medicine > RA1-1270 Public aspects of medicine > RA421-790.95 Public health. Hygiene. Preventive medicine > RA601-602 Food and food supply in relation to public health | ||||||
| Divisions: | 10. Fakultas Kesehatan Masyarakat > S1 Kesehatan Masyarakat | ||||||
| Creators: |
|
||||||
| Contributors: |
|
||||||
| Depositing User: | Sulistiorini | ||||||
| Date Deposited: | 08 Oct 2026 03:05 | ||||||
| Last Modified: | 08 Oct 2026 03:05 | ||||||
| URI: | http://repository.unair.ac.id/id/eprint/148915 | ||||||
| Sosial Share: | |||||||
Actions (login required)
![]() |
View Item |


