Menjadi Atayah dan Atabu: Studi Sosiologis tentang Identitas, Self, dan Makna Menjalani Hidup Pasca-Kematian Orang Tua

SAKILA SAFA PRIFIA, - (2022) Menjadi Atayah dan Atabu: Studi Sosiologis tentang Identitas, Self, dan Makna Menjalani Hidup Pasca-Kematian Orang Tua. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img] Text (HAL JUDUL)
HAL JUDUL.pdf

Download (165kB)
[img] Text (BAB I)
BAB I.pdf

Download (127kB)
[img] Text (FULL TEXT)
FULL TEXT.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB) | Request a copy
Official URL: https://lib.unair.ac.id/wplib/

Abstract

"Abstrak Sebagai bagian dari minat kajian sosiologi kematian, studi ini mencoba memahami bagaimana individu memaknai kehilangan salah satu dari orang tua mereka sebagai akibat dari kematian dan yang sehubungan dengan itu mengkonstruksikan konsep diri atau self dan identitas mereka. Studi ini berusaha mendalami pengalaman hidup sekaligus respon para anak tanpa Ayah dan anak tanpa Ibu atau yang dalam studi ini disebut dengan konsep “atayah” dan “atabu”. Dengan kata lain, studi ini dimaksudkan untuk memahami kompleksitas sosiologis atas realitas kematian serta implikasinya pada mereka yang ditinggalkan pada tingkat individu, keluarga, komunitas, dan masyarakat. Pemikiran konseptual dan teoretis yang berasal dari perspektif interpretatif, khususnya paradigma interaksi simbolik, dipakai sebagai pijakan awal. Menggunakan metode kualitatif, penelitian ini melibatkan enam subjek yang dipilih secara purposif dengan kriteria berusia diatas 17 tahun dan pernah mengalami kematian salah satu orang tua baik Ayah maupun Ibu, untuk kemudian diwawancarai secara mendalam. Problem hidup dan pengambilan sikap menjadi konsekuensi yang tidak dapat terlepas dari perubahan pasca situasi kehilangan. Kehilangan the significant others yang berharga, gesekan hubungan dengan anggota keluarga lain, terganggunya tanggungjawab dalam pendidikan dan pekerjaan, kerentanan akan kondisi finansial, serta penilaian dan perilaku yang diberikan oleh lingkungan sekitar. Subjek pada studi ini dihadapkan pada tugas-tugas perkembangan tertentu dan konflik-konflik yang harus diselesaikan. Penemuan studi ini juga menegaskan tentang pentingnya kehadiran institusi di tingkat masyarakat dan negara, seperti lembaga sosial, lembaga keagamaan maupun lembaga konseling untuk mengambil peran yang relevan guna melakukan advokasi dan menghasilkan kebijakan yang menghindarkan atayah dan atabu beserta keluarga mereka masuk ke dalam berbagai masalah sosial baru yang membentuk lingkaran tak terputuskan. Kata kunci: identitas, diri, makna,interaksionisme simbolik, sosiologi kematian"

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKB KK-2 S.FISIP.S 14 - 23 Sak m
Uncontrolled Keywords: identity, self, meaning, symbolic interactionism, interpretive sociology, loss, sociology of death
Subjects: H Social Sciences > HM Sociology > HM(1)-1281 Sociology > HM711-806 Groups and organizations > HM786-806 Organizational sociology. Organization theory
Divisions: 07. Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Sosiologi
Creators:
CreatorsNIM
SAKILA SAFA PRIFIA, -NIM071811433068
Contributors:
ContributionNameNIDN / NIDK
Thesis advisorDANIEL THEODORE SPARRINGA, -NIDN-
Depositing User: Indah Fatma
Date Deposited: 12 May 2026 03:45
Last Modified: 12 May 2026 03:45
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/140880
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item