RONI FAISAL SAIFUL FATON (2022) KINERJA ORGANISASI DAN ADAPTASI KEBIASAAN BARU (SEBAGAI BUDAYA ORGANISASI) (STUDI DI KEPOLISIAN DAERAH KALIMANTAN TIMUR). Thesis thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.
|
Text (HALAMAN JUDUL)
091814853001_HALAMAN JUDUL.pdf Download (2MB) |
|
|
Text (BAB I)
091814853001_BAB I.pdf Download (2MB) |
|
|
Text (FULLTEXT)
091814853001_FULLTEXT.pdf Restricted to Registered users only Download (4MB) | Request a copy |
Abstract
Adanya pandemi Covid-19 menyebabkan terjadinya berbagai perubahan budaya organisasi yang terjadi di dalam Satuan Fungsi Kerja Ditreskrimum Polda Kaltim. Perubahan tersebut mempengaruhi kinerja organisasi karena berbagai permasalahan yang terjadi terutama terkait sumber daya manusia, struktur organisasi dan kebijakan institusi. Permasalahan pertama terkait faktor-faktor yang menjadi kendala kinerja organisasi Ditreskrimum Polda Kaltim dengan diterapkannya adaptasi kebiasaan baru. Permasalahan kedua terkait kinerja organisasi Ditreskrimum Polda Kaltim dikaitkan dengan diterapkannya adaptasi kebiasaan baru. Teori yang digunakan dalam penelitian ini antara lain teori kinerja organisasi serta teori budaya organisasi. Penelitian ini dilakukan dengan metode kualitatif dan jenis penelitian terapan serta dengan metode pengumpulan menggunakan observasi dan wawancara mendalam. Kendala kinerja organisasi Diterskrimum Polda Kaltim dengan diterapkannya adaptasi kebiasaan baru, yang pertama dari faktor SDM yang mengalami insecurity job. Kendala kedua terkait tidak berfungsinya struktur organisasi dan terjadi Confused Organizational Structure yakni terganggunya fungsi operasional dan pembinaan. Kendala ketiga terkait penundaan pemeriksaan Saksi dan Tersangka. Kendala keempat yakni adanya penundaan sementara pengiriman tahanan Saat Pandemi Covid-19 oleh Kemenkum Ham yang menimbulkan ketidakpastian waktu penitipan kembali tersangka kepada Penyidik selain. Kendala kelima, yakni terjadinya berbagai permasalahan saat pelaksanaan WFH terutama masalah komputer dan jaringan internet yang stabil serta belum adanya SOP terkait WFH. Upaya yang dilakukan untuk mengatasi kendala kinerja organisasi: Pertama, dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat. Kedua, penerapan model kepemimpinan transformasional dan transaksional secara berdampingan. Ketiga, mengakomodir penyidikan secara online dengan melakukan pemeriksaan saksi atau tersangka secara online menggunakan video conference. Keempat, untuk mengatasi permasalah WFH maka sudah seharusnya ada program subsidi untuk penyediaan PC/ Laptop bagi anggota serta adanya regulasi WFH. maka perlu adanya penyusunan SOP serta penilaian kinerja bagi anggota yang melaksanakan WFH. Kelima, penyelesaian persoalan penundaan penahanan sebagaimana kebijakan Kemenkumham maka Ditreskrimum Polda Kaltim memiliki kebijakan yakni lebih selektif melakukan penahanan serta memberlakukan opsi tahanan rumah dan tahanan kota.
| Item Type: | Thesis (Thesis) | |||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Additional Information: | KKB KK-2 T.SPs.KIK 06 - 23 Ron k | |||||||||
| Uncontrolled Keywords: | Organizational, Performance, New Habbit, Culture | |||||||||
| Subjects: | H Social Sciences > HD Industries. Land use. Labor > HD58.7-58.95 Organizational behavior, change and effectiveness. Corporate culture | |||||||||
| Divisions: | 09. Sekolah Pasca Sarjana > Kajian Ilmu Kepolisian | |||||||||
| Creators: |
|
|||||||||
| Contributors: |
|
|||||||||
| Depositing User: | Sulistiorini | |||||||||
| Date Deposited: | 20 Aug 2026 02:52 | |||||||||
| Last Modified: | 20 Aug 2026 02:52 | |||||||||
| URI: | http://repository.unair.ac.id/id/eprint/144899 | |||||||||
| Sosial Share: | ||||||||||
Actions (login required)
![]() |
View Item |


