MEKANISME PENCEGAHAN EFEK YOYO MELALUI PENINGKATAN HSP72 DAN SENSITIVITAS LEPTIN AKIBAT PENAMBAHAN DURASI PADA LATIHAN FISIK (Penelitian Eksperimental Laboratorik Pada Mencit Obes)

RITA VIVERA PANE, 090970123 (2015) MEKANISME PENCEGAHAN EFEK YOYO MELALUI PENINGKATAN HSP72 DAN SENSITIVITAS LEPTIN AKIBAT PENAMBAHAN DURASI PADA LATIHAN FISIK (Penelitian Eksperimental Laboratorik Pada Mencit Obes). Disertasi thesis, Universitas Airlangga.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
Dis.K.34.17 . Pan.m - ABSTRAK.pdf

Download (125kB) | Preview
[img] Text (FULLTEXT)
Dis.K.34.17 . Pan.m - SEC.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Latar belakang : Efek yoyo atau berat badan naik kembali dalam program penurunan berat badan, merupakan fenomena yang berkembang di masyarakat. Dengan menambahkan durasi latihan fisik, fenomena ini dapat dicegah, namun bagaimana mekanismenya sampai saat ini belum diketahui. Tujuan Penelitian : Tujuan penelitian ini adalah untuk menjelaskan mekanisme pencegahan efek yoyo akibat penambahan durasi latihan fisik. Metode Penelitian : Penelitian ini adalah penelitian eksperimental laboratoris dengan rancangan penelitian post test only control group design. Hewan coba adalah mencit yang telah dibuat obes dengan pakan tinggi lemak, dimana kadar leptin di dalam darah meningkat 4 kali lipat dibanding mencit pakan normal, strain Swiss Webster (Balb/c), berjumlah 24 ekor, dibagi menjadi 3 (tiga) kelompok secara random.Kelompok KI (n = 8) tanpa perlakuan latihan fisik, kelompok KII (n = 8) mendapat perlakuan latihan fisik durasi pendek, kelompok KIII (n = 8) mendapat perlakuan latihan fisik durasi panjang. Berat badan ditimbang setiap hari selama empat minggu dan dibuatkan grafik berat badannya. Hewan coba diterminasi pada akhir minggu keempat dan dilakukan pemeriksaan terhadap leptin, LI-6, MDA, HSP72 dan pSTAT3. Hasil Penelitian :Tidak didapatkan perbedaan signifikan pada MDA maupun IL-6. Leptin menunjukkan perbedaan signifikan pada kelompok KI dan KII (p < 0,001), begitu juga dengan kelompok KII dan KIII (p < 0, 001), sedangkan KI dan KIII tidak menunjukkan perbedaan leptin yang signifikan. Ekspresi pSTAT3 dan HSP72 masing-masing menunjukkan perbedaan signifikan (p < 0,001). Rasio pSTAT3 terhadap leptin juga berbeda signifikan (p < 0,001). Grafik berat badan menunjukkan pola yoyo pada KI dan KII tetapi tidak pada KIII. Kesimpulan : Penambahan durasi latihan fisik pada program penurunan berat badan terbukti dapat meningkatkan HSP72 dan pSTAT3, begitu juga rasio pSTAT3 terhadap leptin yang merupakan indikator sensitifitas leptin. Penambahan durasi latihan fisik pada program penurunan berat badan dapat mencegah efek yoyo pada program penurunan berat badan.

Item Type: Thesis (Disertasi)
Additional Information: KKA KK Dis.K.34/17 Pan m
Uncontrolled Keywords: Obesitas, efek yoyo, latihan fisik durasi panjang, HSP72, pSTAT3,
Subjects: R Medicine > R Medicine (General) > R735-854 Medical education. Medical schools. Research
Divisions: 01. Fakultas Kedokteran
Creators:
CreatorsEmail
RITA VIVERA PANE, 090970123UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorHarjanto JM, Prof.Dr.,dr., AIFMUNSPECIFIED
ContributorHening Laswati, Dr., dr., SpKFR(K)UNSPECIFIED
Depositing User: Mr Binkol1 1
Date Deposited: 27 Dec 2017 18:16
Last Modified: 18 Jan 2018 21:14
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/63545
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item