STUDI PENGGUNAAN ANALGESIK PADA PENDERITA LOW BACK PAIN (Penelitian dilakukan di RSUD Dr. Soetomo Surabaya)

ENNY MARAQONITA (2015) STUDI PENGGUNAAN ANALGESIK PADA PENDERITA LOW BACK PAIN (Penelitian dilakukan di RSUD Dr. Soetomo Surabaya). Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img] Text (HALAMAN JUDUL)
1.halaman judul.pdf

Download (271kB)
[img] Text (ABSTRAK)
2.abstract.pdf

Download (151kB)
[img] Text (DAFTAR ISI)
3.daftar isi.pdf

Download (280kB)
[img] Text (PENDAHULUAN)
4.bab 1 pendahuluan.pdf

Download (275kB)
[img] Text (KERANGKA KONSEPTUAL)
6.bab 3 kerangka konseptual.pdf

Download (292kB)
[img] Text (METODE PENELITIAN)
7.bab 4 metode penelitian.pdf

Download (306kB)
[img] Text (HASIL PENELITIAN)
8.bab 5 hasil.pdf

Download (401kB)
[img] Text (KESIMPULAN)
10.bab 7 kesimpulan.pdf

Download (232kB)
[img] Text (PEMBAHASAN)
9.bab 6 pembahasan.pdf

Download (309kB)
[img] Text (DAFTAR PUSTAKA)
11.daftar pustaka.pdf

Download (334kB)
[img] Text (TINJAUAN PUSTAKA)
5.bab 2 tinjauan pustaka.pdf

Download (596kB)
[img] Text (LAMPIRAN)
12 lampiran.pdf

Download (419kB)
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Penyakit ginjal kronik (PGK) merupakan suatu keadaan terjadinya kerusakan ginjal yang ditandai dengan penurunan nilai glomerular filtration rate (GFR) <60 ml/menit/1,73 m2 selama 3 bulan atau lebih. Prevalensi penderita PGK di Indonesia mencapai angka 0,2% dari seluruh jumlah penduduk Indonesia. Beberapa faktor penyebab terjadinya PGK adalah diabetes mellitus (DM), hipertensi, infeksi saluran kemih (ISK), dan batu saluran kemih (BSK). Pada pasien PGK dapat mengalami hipoalbuminemia disebabkan karena proteinuria, uremia, dan penurunan sintesis albumin dalam tubuh. Oleh karena itu, pasien PGK yang mengalami hipoalbuminemia memerlukan terapi albumin. Terdapat hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pemberian terapi albumin, yaitu jenis, penyesuaian dosis, cara pemberian, durasi pemberian, capaian terapi, faktor yang mempengaruhi capaian albumin, serta mengidentifikasi Drug Related Problem (DRP). Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pola penggunaan albumin pada pasien Penyakit Ginjal Kronik (PGK) meliputi jenis, dosis, cara pemberian, durasi pemberian, capaian terapi, faktor yang mempengaruhi capaian albumin, serta mengidentifikasi Drug Related Problems (DRPs) terapi albumin. Penelitian dilakukan secara prospektif observasional dan data dianalisis secara deskriptif. Waktu pengambilan sampel dengan metode time limited sampling pada 16 Maret sampai 15 Juli 2015 di Instalasi Rawat Inap Ilmu Penyakit Dalam RSUD Dr. Soetomo Surabaya, dan telah dinyatakan Laik Etik oleh Komite Etik Penelitian Kesehatan RSUD Dr. Soetomo Surabaya berdasarkan nomor 131/Panke.KKE/II/2015 tertanggal 16 Februari 2015. Kriteria inklusi sebagai sampel penelitian adalah Pasien dengan diagnosis Penyakit Ginjal Kronik (PGK) mendapat terapi albumin dengan Dari hasil penelitian pada pasien PGK yang menerima terapi albumin diketahui 27,3% pasien laki-laki dan 72,7% pasien perempuan, serta umur dengan pasien terbanyak adalah 55 sampai 74 tahun (63,6%). Etiologi dengan pasien terbanyak adalah hipertensi (90,9%), kemudian diabetes mellitus (63,6%), serta ISK dan BSK dengan jumlah presentase sama yaitu 18,2%. Albumin yang digunakan adalah albumin 20% 100 mL yaitu dengan dosis 20 gram, diberikan secara infusi drip. Durasi pemberian albumin dengan pasien terbanyak adalah 3 jam 30 menit (41,7%). Kenaikan kadar albumin rata-rata adalah 0,31±0,02 g/dL. Dari hasil terapi yang diberikan, dikatakan bahwa 91,7% pasien pemberian dosis albumin telah sesuai dengan dosis albumin yang dibutuhkan, sedangkan 8,3% pasien lainnya dosis pemberian albumin tidak sesuai dengan dosis yang dibutuhkan. Proteinuria, uremia, dan kemampuan tubuh mensintesis asam amino kemungkinan berpengaruh terhadap capaian albumin. Teridentifikasi masalah terkait obat yaitu terdapat indikasi namun tidak diberi terapi sebanyak 16,7%. Berdasarkan uraian diatas, perlu dilakukan pemeriksaan albumin pre dan albumin post dengan interval waktu yang sama pada setiap pasien untuk mengetahui pengaruh kenaikan kadar albumin pada masing-masing pasien, termasuk penyesuaian pemberian dosis albumin, durasi pemberian, penyakit penyerta yang dialami, serta pemantauan terhadap obat-obatan yang digunakan oleh pasien. Selain itu dibutuhkan kolaborasi interprofesional yang melibatkan apoteker dalam pemberian konseling, monitoring, evaluasi, dan tidak lanjut terkait penggunaan albumin untuk mendukung tercapainya outcome terapi yang diinginkan.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: kkb kk-2 ff fk 36 15 Mar s
Uncontrolled Keywords: low back pain
Subjects: R Medicine
R Medicine > RC Internal medicine > RC31-1245 Internal medicine
Divisions: 05. Fakultas Farmasi > Farmakognosi Fitokimia
Creators:
CreatorsNIM
ENNY MARAQONITANIM051111436
Contributors:
ContributionNameNIDN / NIDK
Thesis advisorAditiawardana,, dr., Sp.PD-KGHNIDN8802800016
Depositing User: Turwulandari
Date Deposited: 04 Mar 2016 12:00
Last Modified: 08 Jun 2020 07:45
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/10938
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item