Aling Madani, - (2021) Wacana Ritual Dalam Upacara Bedhol Pusaka Satu Suro Di Kabupaten Ponorogo: Kajian Etnolinguistik. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.
|
Text
1. HALAMAN JUDUL.pdf Download (222kB) |
|
|
Text
2. DAFTAR ISI.pdf Download (269kB) |
|
|
Text
3. ABSTRAK.pdf Download (101kB) |
|
|
Text
4. BAB I PENDAHULUAN.pdf Download (136kB) |
|
|
Text
5. BAB II KERANGKA TEORI.pdf Restricted to Registered users only until 5 November 2024. Download (235kB) | Request a copy |
|
|
Text
6. BAB III METODE PENELITIAN.pdf Restricted to Registered users only until 5 November 2024. Download (132kB) | Request a copy |
|
|
Text
7. BAB IV ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN.pdf Restricted to Registered users only until 5 November 2024. Download (569kB) | Request a copy |
|
|
Text
8. BAB V PENUTUP.pdf Restricted to Registered users only until 5 November 2024. Download (107kB) | Request a copy |
|
|
Text
9. DAFTAR PUSTAKA.pdf Download (109kB) |
|
|
Text
10. LAMPIRAN.pdf Restricted to Registered users only until 5 November 2024. Download (376kB) | Request a copy |
|
|
Text
11. PERNYATAAN KESEDIAAN PUBLIKASI.pdf Restricted to Registered users only Download (228kB) | Request a copy |
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan wacana ritual dalam upacara Bedhol Pusaka Satu Suro di Ponorogo berdasarkan struktur, makna, dan fungsi mantra kidung Jawa yang digunakan dalam ritual tersebut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif untuk mendeskripsikan jawaban yang sistematis atas permasalahan yang ditetapkan. Data dalam penelitian ini yaitu mantra kidung Jawa yang akan dianalisis menggunakan teori struktur puisi Jawa, makna konseptual dan asosiatif Leech, serta fungsi kebudayaan William R. Bascom. Mantra kidung Jawa dalam ritual tersebut menggunakan tiga bahasa, yaitu bahasa Jawa, Jawa Kuno, dan Arab. Struktur dalam mantra kidung dalam ritual Bedhol Pusaka memiliki tiga kategori, yaitu: pembuka, isi, dan penutup yang mencakup beberapa unsur, yaitu unsur pembuka, unsur niat, unsur sugesti, unsur tujuan, dan unsur penutup. Struktur dalam mantra kidung tersebut didominasi oleh kategori isi dengan unsur sugesti dan tujuan. Jenis makna asosiatif yang ditemukan dalam mantra kidung tersebut adalah makna konotatif, makna afektif, makna kolokatif, dan makna reflektif. Jenis makna yang mendominasi adalah makna konotatif dan makna afektif. Secara keseluruhan, makna mantra kidung tersebut yaitu sebagai upaya tolak bala dan mengingatkan manusia untuk selalu mengingat Tuhannya. Oleh karena itu, makna mantra kidung dalam ritual tersebut memiliki beberapa fungsi dalam masyarakat, antara lain: (1) fungsi mantra sebagai sistem proyeksi; (2) fungsi mantra sebagai alat pendidikan; dan (3) fungsi mantra sebagai alat pemaksa dan pengawas agar norma-norma masyarakat akan selalu dipatuhi oleh anggota kolektifnya.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) | ||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Additional Information: | KKB KK-2 FS.BI.90-21 Mad w | ||||||
| Uncontrolled Keywords: | Etnolinguistik, Fungsi, Makna, Struktur, Wacana Ritual | ||||||
| Subjects: | H Social Sciences > HM Sociology > HM(1)-1281 Sociology > HM621-656 Culture | ||||||
| Divisions: | 12. Fakultas Ilmu Budaya > Sastra Indonesia | ||||||
| Creators: |
|
||||||
| Contributors: |
|
||||||
| Depositing User: | Fahimatun Nafisa Nafisa | ||||||
| Date Deposited: | 05 Nov 2021 03:18 | ||||||
| Last Modified: | 05 Nov 2021 03:18 | ||||||
| URI: | http://repository.unair.ac.id/id/eprint/112226 | ||||||
| Sosial Share: | |||||||
Actions (login required)
![]() |
View Item |


